Ingat Gadis Kecil yang Tonjok Tentara Israel, Begini Nasibnya Sekarang

Dream – Seorang gadis remaja Palestina ditahan setelah videonya menampar tentara Israel di Tepi Barat, menjadi viral di Internet.

Video yang diyakini diambil pada hari Jumat lalu, menunjukkan dua gadis remaja Palestina mendekati dua tentara Israel.

Mereka kemudian menyerang, menendang dan menampar tentara Israel sambil merekamnya dengan menggunakan ponsel.

Insiden tersebut terjadi di dekat rumah salah satu remaja itu yang dikenal dengan nama Ahed Tamimi, 17 tahun, di Desa Nabi Saleh di Tepi Barat.

Kemarin tentara Israel menggerebek rumah Ahed dan menangkapnya, kata ayahnya, Bassem Tamimi.

Gigit Lengan Tentara Israel


Tentara Israel juga menyita ponsel, komputer serta peralatan elektronik lainnya.

” Mereka tidak mengatakan alasan mengapa anak saya ditangkap,” kata Bassem.

Keluarga Ahed adalah aktivis yang sangat kuat dalam melawan pendudukan tentara rezim di Tepi Barat.

Sebuah foto memperlihatkan Ahed kecil yang menggigit lengan tentara yang berusaha menangkap saudaranya. Foto tersebut menjadi simbol untuk menentang penjajahan Israel terhadap Palestina.

Seorang anggota keluarganya, Mohammed, dilaporkan dirawat di sebuah rumah sakit setelah ditembak di kepala dengan peluru karet Jumat lalu.

Ketakutan, Tentara Israel Mengaku Lihat ‘Neraka’ di Gaza


Serdadu pasukan elite Israel dari brigade Golani menceritakan pertempuran pertama mereka di Syujaeyah, timur sebelah timur kota Gaza, kepada koresponden koran Maarev dikutip Dream.co.id dari laman InfoPalestina, Sabtu 16 Agustus 2014.

Serdadu itu mulai menguraikan apa yang mereka alami selama di Syujaeya. Mereka melihat semua yang ada di Syujaeyah seperti neraka jahanam.

Para pejuang Gaza telah menunggu di Syujaeyah. Mereka menembaki tentara Israel. Pertempuran pun terjadi dalam waktu cukup lama. Dalam pertempuran itu, serdadu Israel kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya.

Pada malam pertama operasi, mereka menyerbu sebelah timur Syujaeyah, khususnya wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun mereka mendapat perlawanan dari para pejuang Gaza. ” Kami ditembaki dengan senjata ringan, ada juga senjata otomatis dan roket RGB” .

Sejumlah perwira Zionis mengatakan, mereka memerangi pasukan perlawanan yang tidak ‘kelihatan’. Para prajurit Gaza datang dan pergi dari tempat dan ke tempat yang mereka tidak ketahui. Mereka masuk satu terowongan dan keluar dari terowongan yang lain.

Serdadu yang lain mengatakan, ia beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang dianggap kosong. Namun ternyata di dalamnya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadi baku tembak. ” Akhirnya kami melarikan diri yang bisa melarikan diri sementara yang lainya mati terbunuh” .

sumber